iden

Keseruan TELCECON 3 yang diselenggarakan PBI UMK secara virtual

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Kudus-Program Pendidikan Bahasa Inggris Selasa kemarin tanggal (20/4/2021) mengadakan acara Seminar nasional TELCECON (Teaching, Linguistics, Culture, and Education Conference) 3 secara virtual. TELCECON merupakan kegiatan PBI yang rutin diadakan 2 tahun sekali. Di dalam acara tersebut,  platform yang digunakan adalah Zoom serta Youtube PBI yang ditayangkan secara live streaming. Peserta yang mengikuti acara seminar berjumlah sekitar 324 yang berasal dari mahasiswa, guru, dosen, pendidik, praktisi serta pemerhati pendidikan dari berbagai institusi dari berbagai kota di Indonesia.

Acara seminar nasional TELCECON 3 kali ini berbeda dengan tahun kemarin.  Seminar tersebut mempersembahkan 2 buah sepeda sponsor dari Bank Jateng serta merchandise dari BNI untuk para presenter paralel  dan komentator terbaik yang dapat dilihat di laman youtube EED PBI. Seminar TELCECON tersebut menghadirkan 4 pembicara yang berasal dari dalam dan luar Universitas Muria Kudus. Kedua pembicara yakni Dr. Hendi Pratama, M.A.(akademi dan praktisi Pendidikan) dari Universitas Negeri Semarang yang juga merupakan Wakil Rektor 4,  Dr. Endang Siwi Ekoati, M.Pd, guru dan Kepala Sekolah SMP 1 Dawe Kudus. Pembicara dari Universitas Muria Kudus yakni Drs. Suprihadi, M.Pd (Akademisi) dan Dr. Ahdi Riyono, S.S, M.Hum (Akademisi dan Budayawan) yang merupakan dosen PBI. Para pembicara memaparkan tentang bagaimana cara menjadi pendidik kreator (kreatif, tangguh, optimis dan realistis) dan Dr. Hendi Pratama, M.A. berkata “ Semua Guru adalah konten kreator. Semua Guru,anda, dan saya adalah Atta Halilintar yang harus menjadi konten kreator.”

Antusiasme peserta dalam mengikuti acara seminar nasional TELCECON kemarin terlihat dari banyaknya para peserta yang bertanya kepada para pembicara dan mengikuti seminar tersebut sampai selesai. Tujuan seminar nasional TELCECON 3 diselenggarakan adalah “untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian kita semua sebagai sorang pendidik dan calon pendidik. Serta untuk mengembangkan profesionalisme dan kompetensi yang kita miliki yang muaranya adalah mendapatkan hasil atau lulusan siswa-siswa yang berkualitas dan bertaraf unggul” ujar Nuraeningsih, S.Pd, M.Pd selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris.